topbella
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

26/11/11

KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL


A.     Pengertian Kelompok Sosial
Secara sosiologis, pengertian kelompok sosial adalah suatu kumpulan orang – orang  yang mempunyai hubungan dan saling berinteraksi satu sama lain dan dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Selain definisi tersebut, ada beberapa ahli yang memberikan definisi  mengenai kelompok sosial.
1.       Joseph S. Roucek dan Roland S. Warren
Kelompok sosial adalah suatu kelompok yang meliputi dua atau lebih manusia, yang di antara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara keseluruhan.
2.       D. A. Wila Huky
Kelompok sosial adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang saling berinteraksi satu sama lainnya.
3.       Mayor Polak
Kelompok sosial adalah suatu group, yaitu sejumlah orang yang saling berhubungan satu sama lain dan antar hubungan itu bersifat sebagai struktur sosial.
Beberapa ciri dasar dari suatu kelompok. Menurut D. A. Wila Huky, sebagai berikut :
1.       Kelompok selalu terdiri atas paling sedikit dua orang dan dapat terus bertambah jumlah anggotanya
2.       Kelompok – kelompok sebenarnya tidak selalu terbentuk karena memenuhi persyaratan jumlah anggotanya, yang terpenting adalah di antara mereka ada saling interaksi dan komunikasi.
3.       Komunikasi dan interaksi yang merupakan unsur pokok suatu kelompok harus bersifat timbal balik.
4.       Kelompok – kelompok itu bisa sepanjang hidup atau jangka panjang, tetapi juga bisa bersifat  sementara atau jangka pendek.
5.       Kelompok dan ciri kehidupan kelompok juga dapat ditemukan di antara kehidupan binatang.
6.       Minat dan kepentingan bersama merupakan warna utama pembentukan kelompok.
7.       Pembentukan kelompok dapat berdasarkan pada situasi yang beraneka ragam.
8.       Kelompok merupakan satu kesatuan dalam dirinya sendiri.

B.      Proses Terbentuknya Kelompok Sosial
Menurut Abdul Syani, terbentuknya suatu kelompok sosial karena adanya naluri manusia yang selalu ingin hidup bersama.  Anderson dan Parker menekankan bahwa kelompok adalah kesatuan dari dua atau lebih individu yang mengalami interaksi psikologis satu sama lain.Ada dua hasrat poko yang dimiliki manusia sehingga ia terdorong untuk hidup berkelompok, yaitu :
1.       Hasrat untuk bersatu dengan manusia lain di sekitarnya.
2.       Hasrat untuk bersatu dengan situasi alam sekitarnya.

C.      Syarat Kelompok Sosial
Beberapa persyaratan sebuah kelompok sosial, adalah sebagai berikut.
1.       Setiap anggota harus sadar bahwa dia merupakan bagian dari kelompok yang bersangkutan.
2.       Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yang lainnya.
3.       Ada suatu factor yang dimiliki bersama sehingga hubungan antara mereka bertambah erat.
4.       Berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola prilaku.
5.       Bersistem dan berproses.
D. Ciri Dasar Kelompok Sosial
Ciri – ciri dasar dari kelompok sosial adalah sebagai berikut :
1.       Terdiri atas dua orang dan terus bertambah.
2.       Terdapat komunikasi dan interaksi.
3.       Ada minat dan kepentingan bersama.
4.       Adanya motif yang sama dari anggota untuk membentuk kelompok.
5.       Adanya kecakapan yang berbeda – beda dari anggota kelompok.
6.       Mempunyai struktur yang tegas.
7.       Adanya kaidah – kaidah yang mengatur, serta
8.       Setiap anggota merasa dirinya sebagai bagian dari kelompoknya.

E.      Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan adalah sebagai berikut.
1.       Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan atau kedekatan geografis terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur.
2.       Kesamaan
Pembentukkan sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota – anggotanya.
Faktor – faktor yang mendorong mantapnya suatu kelompok sosial adalah :
1.       Interaksi antara orang – orang yang ada dalam kumpulan atau kerumunan.
2.       Ikatan emosional sebagai pernyataan bersama.
3.       Tujuan atau kepentingan yang dipatuhi dalam rangka mencapai tujuan, dan
4.       Norma yang diakui oleh mereka yang terlibat di dalamnya.

F.       Macam – macam Kelompok Sosial
Macam – macam kelompok sosial dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu :
1.       Berdasarkan besar kecilnya anggota kelompok.
2.       Berdasarkan derajat interaksi dalam kelompok.
3.       Berdasarkan kepentingan dan wilayah.
4.       Berdasarkan kelangsungan kepentingan.
5.       Berdasarkan derajat organisasi.

G.     Kelompok Sosial Dipandang dari Sudut Individu
Pada masyarakat yang kompleks, biasanya setiap manusia tidak hanya mempunyai satu kelompok sosial di mana ia menjadi anggotanya. Terbentuknya kelompok – kelompok sosial ini biasanya didasari oleh kekerabatan, usia, seks, pekerjaan, atau kedudukan. Keanggotaan setiap kelompok sosial tersebut akan memberikan kedudukan dan prestise tertentu.
H.     Kelompok Sosial yang Teratur dan Tidak Teratur
                Termasuk kelompok sosial yang teratur adalah in group dan out group, kelompok primer dan kelompok sekunder, paguyuban dan patembayan, formal group dan informal group, membership group dan reference group, serta kelompok okupasional dan volunteer. Adapun kelompok sosial yang tidak teratur, antara lain kerukunan dan publik.
I.        Masyarakat Setempat (Community)
Masyarakat setempat adalah suatu masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografi) dengan batas – batas tertentu. Beberapa unsur perasaan komunitas adalah sebagai berikut.
1.       Seperasaan
2.       Sepenanggungan
3.       Saling memerlukan
Dalam mengklasifikasikan masyarakat setempat dapat digunakan empat criteria yang saling berhubungan, yaitu :
1.       Jumlah penduduk.
2.       Luas, kekayaan, dan kepadatan penduduk daerah pedalaman.
3.       Fungsi – fungsi khusus masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat.
4.       Organisasi masyarakat yang bersangkutan.



J.        Kelompok Kecil (Small Group)
Kelompok kecil adalah suatu kelompok yang teoretis terdiri atas dua orang yang saling berhubungan untuk memenuhi tujuan – tujuan tertentu dan yang menganggap hubungan itu sendiri penting baginya. Oleh karena itu, kelompok kecil merupakan wadah bagi orang yang mempunyai kepentingan – kepentingan yang sama. Kelompok ini selalu timbul dalam kerangka organisasi yang lebih besar dan luas. Misalnya, keluarga batih.
K.      Dinamika Kelompok Sosial
Beberapa penyebab perubahan struktur kelompok sosial yang disebabkan factor dari luar adalah sebagai berikut :
1.       Perubahan situasi, yaitu keadaan dimana kelompok sosial berada.
2.       Pergantian anggota kelompok.
3.       Perubahan kondisi sosial kelompok.
Keadaan tidak stabil dalam suatu kelompok dapat terjadi karena faktor – faktor berikut.
1.       Konflik antar individu atau antar kelompok.
2.       Konflik antar bagian dalam kelompok karena tidak adanya keseimbangan antara kekuatan – kekuatan didalam kelompok.
3.       Sebagian atau segolongan dalam kelompok yang ingin berebut kekuasaan.
4.       Adanya kepentingan yang tidak seimbang sehingga timbul ketidakadilan.
5.       Perbedaan paham tentang cara memenuhi tujuan kelompok.
Faktor lain yang memungkinkan terjadinya kestabilan adalah sebagai berikut :
-          Faktor kepemimpinan, dan
-          Faktor ideology

L.       Konsekuensi Perubahan Sosial, Ekonomi, Politik, dan Budaya terhadap Perkembangan Kelompok Sosial
1.       Sosial
System kekerabatan sudah mulai memudar dan digantikan dengan kelompok – kelompok sosial yang bersifat resmi. Hubungan yang erat hanya terdapat pada lingkungan keluarga. Nilai – nilai kehidupan sosial sudah berdasarkan nilai kontrak kerja dan nilai individualistis.
2.       Ekonomi
Ekonomi merupakan aspek yang berhubungan dengan upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi masyarakat kota, perkembangan ekonominya dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan dan pusat – pusat perbelanjaan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memudahkan orang untuk bertransaksi.
Bagi masyarakat desa, perkembangan ekonominya relative lebih lambat. Masyarakatnya akan cenderung mempertahankan system lama, dengan alas an lebih mudah dan dianggap aman.
3.       Politik
Tingkat kesadaran politik masyarakat desa lebih rendah daripada masyarakat kota. Adanya perkembangan system komunikasi dan informasi yang semakin canggih menyebabkan masyarakat kota lebih kritis terhadap kehidupan politik. Partai – partai politik pun semakin berkembang menyatukan masyarakat yang mempunyai ideology yang sama.
4.       Budaya
Perkembangan budaya masyarakat desa cenderung lebih lambat daripada masyarakat kota. Budaya – budaya lama akan cenderung bertahan lebih lama. Hal ini berbeda dengan masyarakat kota yang terbuka terhadap berbagai macam perubahaan sosial.
M.   Kelompok Sosial Merupakan Salah Satu Unsur Struktur Sosial
Struktur sosial memiliki empat ukuran dasar, yaitu:
1.       Status Sosial
Status sosial merupakan kedudukan atau posisi sosial seseorang dalam kelompok masyarakat, yang meliputi keseluruhan posisi sosial yang terdapat dalam suatu kelompok besar masyarakat, dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi.
                Status terbagi menjadi tiga, yaitu :
a.       Ascribed status
Adalah status yang diberikan kepada seseorang oleh masyarakat tanpa memandang bakat atau karakteristik unik orang tersebut atau didapat secara otomatis (keturunan).
b.      Achieved status
Adalah status yang didapat seseorang melalui usaha – usahanya sendiri.
c.       Assigned status
Adalah status yang diberikan kepada seseorang karena telah berjasa melakukan sesuatu untuk masyarakat.

2.       Peran Sosial
Peran sosial merupakan seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu. Peran merupakan komponen yang penting dalam struktur sosial sebab peran memberikan sumbangan pada stabilitas masyarakat dengan cara memampukan tindakan – tindakan mereka sendiri.
3.       Kelompok Sosial
Kelompok sosial merupakan sejumlah orang yang memiliki norma – norma, nilai – nilai, dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.
Menurut Robert Bierstedt, terdapat dua jenis kelompok sosial, yaitu :
a.       Kelompok sosial yang teratur
b.      Kelompok sosial yang tidak teratur

4.       Lembaga/Institusi
Di dalam sosiologi, yang dimaksud dengan lembaga adalah suatu system norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Tipe – tipe lembaga sebagai berikut :
a.       Berdasarkan perkembangannya
1)      Crescive institution, yaitu lembaga – lembaga primer yang tak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat
2)      Enacted institution, yaitu lembaga yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu yang berakar dari kebiasaab – kebiasaan masyarakat.
b.      Berdasarkan sistem nilai yang diterima masyarakat
1)      Basic institution, yaitu lembaga yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat.
2)      Subsidiang institution, yaitu lembaga yang dianggap kurang penting dibanding basic institution, hanya sebagai pelengkap dan penunjang saja.
c.       Berdasarkan penerimaan masyarakat
1)      Approved socially sanctioned institution, yaitu lembaga – lembaga yang sudah diterima masyarakat.
2)      Unsanctioned institution, yaitu lembaga yang ditolak oleh masyarakat, meskipun masyarakat tidak berhasil memberantasnya.
d.      Berdasarkan penyebarannya
1)      Generasi institution, yaitu lembaga yang menhimpun pola, tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga.
2)      Regulative institution, yaitu lembaga yang bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlak lembaga itu.
Keanekaragaman individu yang berinteraksi dalam masyarakat ini disebut perbedaan sosial. Secara umum, perbedaan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.       Secara horizontal (diferensiasi)
Adalah perbedaan yang dikaitkan dengan interaksi, tetapi tidak menunjukan adanya tingkatan lebih tinggi atau lebih rendah

b.      Secara vertical (stratifikasi)
Adalah perbedaan sosial yang menunjukkan adanya tingkatan yang berbeda dalam masyarakat.

1.       Diferensiasi Sosial
Adalah proses penempatan orang – orang dalam berbagai kategori sosial yang bebas, yang didasarkan pada perbedaan – perbedaan yang diciptakan secara sosial. Ciri – ciri fisik dan nonfisik berbeda – beda.
a.       Ciri fisik, seperti bentuk dan tinggi tubuh, raut muka, warna kulit, warna rambut, dan lain – lain.
b.      Ciri sosial budaya, antara lain kecerdasan, motivasi, dedikasi, minat, dan bakat.
Ada beberapa bentuk diferensisai sosial, yaitu :
a.       Ras dan Etnik
Menurut Banton (1967), ras merupakan suatu tanda peran, perbedaan fisik yang dijadikan dasar untuk mendapatkan peran yang berbeda – beda. Ragam ras diklasifikasikan oleh A. L. Kroeber sebagai berikut.

1)      Ras Austroloid
2)      Ras Mongoloid
3)      Ras Kaukasoid
4)      Negroid
5)      Bushman
6)      Vedoid
7)      Polynesia
8)      Ainu
Menurut Francis, kelompok etnik adalah suatu komunitas yang menampilkan persamaan bahasa, adat istiadat, kebiasaan, wilayah, bahkan sejarah.
b.      Agama dan Kepercayaan
Menurut A. Lang dalam teori firman Tuhan, kepercayan terhadap dewa tertinggi merupakan bentuk religi manusia tertua, hal ini dibuktikan dengan banyaknya karya sastra rakyat di berbagai suku bangsa di dunia selalu ditemui adanya tokoh seorang dewa yang dianggap dewa tertinggi, pencipta seluruh alam semesta beserta isinya dan penjaga ketertiban alam dan kesusilaan.


c.       Gender (jenis kelamin)
Jenis kelamin merupakan ciri fisik yang dibawa sejak lahir dan tidak ditentukan sendiri oleh individu berdasarkan keinginannya.
d.      Profesi 
Adalah jenis pekerjaan yang dilakukan dengan menggunakan teknik atau keterampilan secara intelektual.
e.      Klan (clan)
Menurut Koentjaraningrat, klan adalah suatu kelompok kekerabatan yang terjadi atas semua keturunan dari seorang nenek moyang yang diperhitungkan melalui garis keturunan sejenis, yaitu keturunan warga – warga pria atau wanita.
f.        Suku Bangsa
Adalah kelompok masyarakat dengan corak kebudayaan yang khas. Atau secara lengkap dikemukakan bahwa suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran atau jati diri mereka akan kesatuan kebudayaan mereka sehingga kesatuan kebudayaan tidak ditentukan oleh orang luar, tetapi oleh warga kebudayaan yang bersangkutan.

2.       Stratifikasi Sosial
Istilah stratifikasi berasal dari kata bahasa Latin, yaitu struktur (bentuk tunggal) dan strata (bentuk jamak), yang artinya lapisan. Pendapat para ahli antara lain :
a.       Menurut Patirim A. Sorokin, sistem stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas – kelas secara bertingkat, yang diwujudkan dalam kelas tinggi, sedang dan rendah.
b.      Menurut Bruce J. Cohen, stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
c.       Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, stratifikasi sosial adalah system perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
Macam – macam stratifikasi sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a.       Berdasarkan status yang diperoleh secara alami
Stratifikasi berdasarkan perbedaan usia (age stratification).
b.      Berdasarkan status yang diperoleh melalui serangkaian usaha
1)      Stratifikasi status dalam pendidikan
2)      Stratifikasi dalam bidang pendidikan
3)      Stratifikasi dalam bidang ekonomi



Stratifikasi sosial dalam masyarakat secara nyata dapat dilihat dalam beberapa bidang, antara lain :
a.       Pelapisan sosial dalam bidang ekonomi
b.      Pelapisan sosial dalam hal status sosial
c.       Pelapisan sosial dalam bidang politik

N.     Pengertian Masyarakat Multikultural

1.       Pengertian Masyarakat Multikultural
Konsep masyarakat multicultural sebenarnya relative baru. Sekitar 1970-an, gerakan multicultural muncul pertama kali di Kanada, kemudian diikuti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan lainnya (Sirry,2003;Busthami,2004;dan Suparlan,2004).

Beberapa pengertian masyarakat multicultural (majemuk).

a.       J. S. Furnivall
Furnivall mengemukakan bahwa masyarakat multicultural merupakan masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih komunitas (kelompok) yang secara cultural dan ekonomi terpisah – pisah serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda – beda satu sama lain.
b.      Dr. Nasikun
Menyatakan bahwa masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang menganut berbagai sistem nilai yang dianut berbagai kesatuan sosial, yang menjadi bagian – bagiannya.
c.       Clifford Geertz
Berpendapat bahwa masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terbagi – bagi dalam subsistem – subsistem yang lebih kurang berdiri sendiri – sendiri dan terikat dalam ikatan primordial.
d.      Van den Berg
Menyatakan bahwa masyarakat majemuk mempunyai ciri – ciri, yaitu :
1.       Mengalami segmentasi
2.       Memiliki struktur sosial yang terbagi – bagi
3.       Kurang mengembangkan consensus mengenai nilai – nilai yang bersifat dasar
4.       Secara relatif sering mengalami konflik – konflik antara satu kelompok dengan yang lain
5.       Secara relatif tumbuh integrasi sosial di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di bidang ekonomi
6.       Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok atas kelompok – kelompok yang lain.


Masyarakat multikultural secara sederhana adalah masyarakat yang memiliki beragam kebudayaan yang berbeda – beda. Di Indonesia terdapat berbagai macam kebudayaan yang berasal dari hamper seluruh suku bangsa. Hal ini mungkin terwujud sebagai masyarakat multicultural apabila warganya dapat hidup berdampingan, toleransi, dan saling menghargai.
Upaya membangun Indonesia yang multicultural hanya mungkin dapat terwujud jika meliputi syarat sebagai berikut. Pertama, konsep multikulturalisme menyebar luas dan dipahami pentingnya bagi bangsa Indonesia serta adanya keinginan bangsa Indonesia pada tingkat nasional maupun local untuk mengadopsi dan menjadi pedoman hidupnya. Kedua, kesamaan pemahaman di antara para ahli mengenai makna multikulturalisme dan bangunan konsep – konsep yang mendukungnya. Ketiga, upaya – upaya yang dapat dilakukan untuk dapat mewujudkan cita – cita.

2.       Macam – macam Masyarakat Multikultural
Masyarakat majemuk terdiri atas beberapa macam, yaitu :
a.       Masyarakat majemuk dengan kompetisi seimbang
b.      Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan
c.       Masyarakat majemuk dengan minoritas dominan
d.      Masyarakat majemuk dengan fragmentasi
Struktur masyarakat Indonesia mempunyai duas cirri khas. Secara horizontal masyarakat Indonesia memiliki perbedaan – perbedaan suku bangsa, agama, serta kedaerahan. Secara vertical struktur masyarakat Indonesia terdapat perbedaan – perbedaan anatara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.
Primordialisme berarti kesetiaan tradisional, yaitu sikap masyarakat yang berpegang teguh pada hal-hal yang dibawa sejak lahir (kecil), seperti kesuku bangsaan, keagamaan, adat istiadat, dan sebagainya oleh seseorang dalam kelompoknya yang kemudian meluas dan berkembang.

3.       Konsep Multikulturalisme dan Persebarannya
Konsep multikulturalisme tidaklah dapat disamakan dengan konsep keanekaragaman secara suku bangsa atau kebudayaan suku bangsa yang menjadi ciri khas masyarakat majemuk. Di Amerika Serikat, berbagai gejolak untuk menyamakan hak bagi golongan minoritas, yaitu kulit hitam dan kulit berwarna mulai muncul di akhir tahun 1950-an.
Di tahun 1970-an upaya-upaya untuk mencapai kesederajatan dalam perbedaan mengalami berbagai hambatan karena corak kebudayaan kulit putih yang Protestan dan dominan itu berbeda dengan corak kebudayaan orang kulit hitam, orang Indian atau pribumi amerika, serta dari berbagai kebudayaan bangsa dan suku bangsa yang tergolong minoritas sebagaimana yang dikemukakan oleh Nieto(1992).

4.       Pemahaman tentang Multikulturalisme
Akar kata dari multikulturalisme adalah kebudayaan. Pengertian kebudayaan di antara para ahli harus dipersamakan atau setidak-tidaknya tidak dipertentangkan antara konsep satu dengan konsep yang lainnya. Dengan manajemen pengelolaan sumber daya akan dapat menyingkap dan mengungkapkan seperti apa corak nilai-nilaibudaya dan operasionalisasi nilai-nilai budaya tersebut atau etos budaya dalam pengelolaanmanajemen yang dikaji.
Kajia-kajian seperti ini bukan hanya menyingkap dan mengungkapkan ada tidaknya atau bercorak seperti apa nilai-nilai budaya yang berlaku dan etika yang digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan manajemen suatu kegiatan, organisasi, lembaga, atau pranata, tetapi juga akan mampu memberikan pemecahan yang terbaik mengenai pedoman etika yang seharusnya digunakan menurut konteks jenis kegiatan dan organisasi.
Dengan cara ini maka konsep-konsep, teori-teori, dan metodologi yang berkenaan dengan kajian mengenai multikulturalisme, masyarakat multicultural, dan perubahan yang berkaitan dengan itu semua akan dapat dikembangkan dan dipertajam sehingga bersifat operasional di lapangan.

O.     Hubungan Kelompok Sosial dengan Masyarakat Multikultural
Hubungan antar kelompok sosial dengan masyarakat multicultural adalah saling berkaitan (erat sekali) sebab dalam suatu masyarakat, kita pasti menemukan dua atau lebih kelompok sosial yang berbeda-beda berkenaan dengan tingkat diferensiasi dan statifikasi sosialnya. Masyarakat Indonesia sangat kaya., suatu hal yang membanggakan adalah bahwa meskipun tingkat perbedaannya tinggi, akan tetapi tetap kokoh sebagai suatu kesatuan. Hal ini berdasarkan pad aide atau cita-cita yang terdapat pada lembaga Negara yang dilengkapi dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Meskipun dengan semboyan demikian, bukan berarti di dalam masyarakat Indonesia yang multicultural itu tidak terjadi gejolak-gejolak yang mengarah kepada perpecahandi segala bidang.

07/10/11

Arti Dan Definisi Mean,Median dan Modus

Paling males ( kalau nggak mau dibilang takut) waktu dulu sekolah ngadepin model-model seperti ini, sehingga susah mengingat dan sangat mudah dilupakan. Akan tapi sekarang sesudah berada di dunia lain ( -baca- kerja ) keadaan menjadi terbalik karena baru tahu apa kegunaannya yang dulu dipelajari itu. Aaaneeh…lucu…tegasnya menyedihkan. Ternyata dulu tuh belajar gak jelas motivasinya kalau gitu, tapi yaa sudah lah … tak ada kata terlambat untuk belajar dan memperbaiki diri !!! Daripada lupa lagi, mending kita ‘iket’ di blog ini.
1. Mean
Mean adalah nilai rata-rata dari beberapa buah data. Nilai mean dapat ditentukan dengan membagi jumlah data dengan banyaknya data. Misalnya :
4, 5, 8, 9, 12
mean=(4+5+8+9+12)/5=38,5 alias 7,8

2. Modus
Modus adalah data yang paling sering muncul, atau data yang mempunyai frekuensi terbesar. Jika semua data mempunai frekuensi yang sama berarti data-data tersebut tidak mempunyai memiliki modus, tetapi jika terdapat dua yang mempunyai frekuensi terseut maka data-data tersebut memiliki dua buah modus, dan seterusnya.

3. Median
Median adalah nilai tengah dari data-data yang terurut.
Ada dua cara menentukan median:
- Jika jumlah data adalah ganjil,  maka nilai mediannya adapat ditentukan dengan rumus :
Index Median = ((n-1)/2+1
 Median=datake-(Index Median)
- Jika jumlah data genap,  maka median dapat ditentukan dengan rumus :
  I= n/2
  Median= (datake-(I) + data ke-(I+1))/2

Sejarah Dan Kebudayaan DKI Jakarta

Berdiri : 10 Februari 1965
Dasar Hukum : UU no.1/1961

Ibukota : Jakarta

Penduduk : Sensus 2000 : 8.384.853 Jiwa
Warga Asing : 50.000 Jiwa
Suku & Marga : Betawi, China, Arab, Tugu, Depok dll.





ARTI LAMBANG :
Berbentuk persegi lima. dalam perisai terlukis pintu gerbang, ditengah-tengahnya berdiri Monumen Nasional yang dilingkari padi dan kapas. Dibawah nampak ombak laut, sekaligus melambangkan letak geografisnya sebagai kota pelabuhan. Monumen Nasional merupakan ciri utama ibukota Jakarta, padi dan kapas adalah pelambang usaha menyeluruh untuk mencukupi sandang dan pangan. Diatas pintu gerbang tertulis kata Jaya Raya suatu slogan glora semangat segala kegiatan Jakarta sebagai ibukota dan kota Perjuangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Nama Jakarta dianggap sebagai kependekan dari kata Jayakarta. Nama ini diberikan oleh orang-orang Demak dan Cirebon dibawah pimpinan Fatahillah, setelah merebut pelabuhan Sunda Kelapa dari Kerajaan Sunda pada tanggal 22 juni 1527. Nama ini biasanya diterjemahkan sebagai kota kemenangan atau kota kejayaan, namun sejatinya artinya ialah "kemenangan yang diraih oleh sebuah perbuataan atau usaha" dari bahasa Sansekerta Jayakarta.

SEJARAH
Sunda Kelapa (397-1527)
Jakarta pertama kali dikenal sebagai salah satu pelabuhan Kerajaan Sunda yang bernama Sunda Kelapa,berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibukota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Pajajaran atau Pajajaran (sekarang Bogor) dapat ditempuh dari pelabuhan Sunda Kelapa selama dua hari perjalanan. Sunda Kelapa yang dalam teks ini disebut Kelapa dianggap pelabuhan yang terpenting karena dapat ditempuh dari ibu kota kerajaan yang disebut dengan nama Dayo dalam tempo dua hari. Kerajaan Sunda sendiri merupakan kelanjutan dari Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 sehingga pelabuhan ini diperkirakan telah ada sejak abad ke-5 dan diperkirakan ibukota Tarumanegara yang disebut Sundapura.

Jayakarta (1527-1619)
Orang Eropa yang datang ke Jakarta adalah orang Portugi. Pada abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda meminta bantuan Portugis yang ada di Malaka untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa sebagai perlindungan dari kemungkinan serangan Cirebon yang akan memisahkan diri dari Kerajaan Sunda. Upaya permintaan bantuan Surawisesa kepada Portugis di Malaka tersebut diabaikan oleh orang Sunda dalam cerita pantun seloka Mundinglaya Dikusumah. Namun, sebelum pendirian benteng tersebut terlaksana, Cirebon yang dibantu Demak langsung menyerang pelabuhan tersebut. Orang Sunda menyebut peristiwa ini tragedi, karena penyerangan tersebut membumihanguskan kota pelabuhan tersebut dan membunuh banyak rakyat Sunda disana termasuk sahbandar pelabuhan. Penetapan hari jadi jakarta tanggal 22 Juni adalah berdasarkan tragedi penaklukan pelabuhan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527 dan mengganti nama kota tersebut menjadi Jayakarta yang berarti "kemenangan".

Batavia (1619-1942)
Orang Belanda datang ke Jayakarta sekitar akhir abad je-16, setelah singgah di Banten pada tahun 1596. Pada 1619, VOC dipimpin oleh Jan Pieterszoon Coen menaklukan Jayakarta dan kemudian mengubah namanya menjadi Batavia. Selama kolonialisai Belanda, Batavia berkembang menjadi kota yang besar dan penting. Untuk pembangunan kota, Belanda banyak mengimpor budak-budak sebagai pekerja. Kebanyakan dari mereka berasal dari Bali, Sulawesi, Maluku, Republik Rakyat Cina, dan pesisir Malabar, India. Mereka inilah yang kemudian membentuk komunitas yang dikenal dengan nama suku Betawi.

Djakarta (1942-1972)
Penjajahan oleh Jepang dimulai pada tahun 1942 dan mengganti nama Batavia menjadi Jakarta untuk menarik hati penduduk pada Perang Dunia II. kota ini juga merupakan tempat dilangsungkannya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan diduduki Belanda sampai pengakuan kedaulatan tahun 1949.
Semenjak dinyatakan sebagai ibukota, penduduk Jakarta melonjak sangat pesat akibat kebutuhan tenaga kerja kepemerintahan yang hampir semua terpusat di Jakarta. Dalam waktu 5 tahun penduduknya berlipat lebih dari dua. Berbagai kantung pemukiman kelas menengah baru, kemudian berkembang, seperti Kebayoran Baru, Cempaka Putih, Rawamangun, dan Pejompongan. Pusat-pusat pemukiman juga banyak dilakukan secara mandiri oleh berbagai kementrian dan institusi milik negara lainnya, seperti Perum Prumnas.
Pada masa pemerintahan Soekarno, Jakarta melakukan pembangunan proyek besar, atara lain, Gelora Bung Karno, Mesjid Istiqlal, dan Monumen Nasional. Pada masa ini pula Poros Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman mulai dikembangkan sebagai pusat bisnis kota menggantikan Poros Medan Merdeka-Senen-Salemba-Jatinegara. Pusat pemukiman besar pertama yang dibuat oleh pihak pengembang swasta adalah Pondok Indah (oleh PT Pembangun Jaya) pada akhir dekade 1970-an di wilayah Jakarta Selatan.
Laju perkembangan penduduk ini pernah dicoba ditekan oleh gubernur Ali Sadikin pada awal 1970-an dengan menyatakan Jakarta sebagai "kota tertutup" bagi pendatang. Kebijakan ini tidak berjalan dan dilupakan pada masa-masa kepemimpinan gubernur selanjutnya. Hingga saat ini, Jakarta harus bergelut dengan masalah-masalah yang terjadi akibat kepadatan penduduk, seperti banjir, kemacetan, serta kekurangan alat transportasi umum yang memadai.

KEBUDAYAAN
Budaya Jakarta merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Belanda, Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang menarik pendatang dari seluruh Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Jakarta juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugal.

Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.

Tari
Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tionghoa seperti tariannya yang memiliki corak tari Jaipong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis. 

Salah satu bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalam pesta-pesta rakyat adalah ondel-ondel. Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar ± 2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalarnnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki di cat dengan warna merah, sedang yang perempuan dicat dengan warna putih. Bentuk pertunjukan ini banyak persamaannya dengan yang terdapat di beberapa daerah lain.

Demikian tentang sejarah dan kebudayaan DKI Jakarta. Mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan pembaca.

Waktu Haram Untuk Puasa

Waktu haram puasa adalah waktu di mana umat Islam dilarang berpuasa. Hikmahnya adalah ketika semua orang bergembira, seseorang itu perlu turut bersama merayakannya.
  • Berpuasa pada Hari Raya Idul Fitri ( 1 Syawal )
  • Berpuasa pada Hari Raya Idul Adha ( 10 Zulhijjah )
  • Berpuasa pada hari-hari Tasyrik ( 11, 12, dan 13 Zulhijjah )
Selain hari-hari tersebut, ada pula waktu dimana umat Islam dianjurkan untuk tidak berpuasa, yaitu ketika ada kerabat atau teman yang sedang mengadakan pesta syukuran atau pernikahan. Hukum berpuasa pada hari ini bukan haram, melainkan makruh, karena Allah tidak menyukai jika seseorang hanya memikirkan kehidupan akhirat saja sementara kehidupan sosialnya (menjaga hubungan dengan kerabat atau masyarakat) ditinggalkan.

1. Hari Raya Idul Fithri
Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk berpuasa sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan puasanya atau tidak berniat untuk puasa.
نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ: يَوْمَ الفِطْرِ وَيَوْمَ الأَضْحَى – متفق عليه
Rasulullah SAW melarang berpuasa pada dua hari: hari Fitri dan hari Adha. (HR Muttafaq ‘alaihi)

2. Hari Raya Idul Adha
Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai Hari Raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk berpuasa dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.

3. Hari Tasyrik
Hari tasyrik adalah tanggal 11, 12 dan 13 bulan Zulhijjah. Pada tiga hari itu umat Islam masih dalam suasana perayaan hari Raya Idul Adha sehingga masih diharamkan untuk berpuasa. Namun sebagian pendapat mengatakan bahwa hukumnya makruh, bukan haram. Apalagi mengingat masih ada kemungkinan orang yang tidak mampu membayar dam haji untuk puasa 3 hari selama dalam ibadah haji.
إِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْب وَذِكْرِ اللهِ تَعَالى – رواه مسلم
Sesunggunya hari itu (tsyarik) adalah hari makan, minum dan zikrullah (HR Muslim)

4. Puasa sehari saja pada hari Jumat
Puasa ini haram hukumnya bila tanpa didahului dengan hari sebelum atau sesudahnya. Kecuali ada kaitannya dengan puasa sunnah lainnya seperti puasa sunah nabi Daud, yaitu sehari berpuasa dan sehari tidak. Maka bila jatuh hari Jumat giliran untuk puasa, boleh berpuasa. Sebagian ulama tidak sampai mengharamkannya secara mutlak, namun hanya sampai makruh saja.

5. Puasa pada hari Syak
Hari syah adalah tanggal 30 Sya‘ban bila orang-orang ragu tentang awal bulan Ramadhan karena hilal (bulan) tidak terlihat. Saat itu tidak ada kejelasan apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum. Ketidak-jelasan ini disebut syak. Dan secara syar‘i umat Islam dilarang berpuasa pada hari itu. Namun ada juga yang berpendapat tidak mengharamkan tapi hanya memakruhkannya saja.

6. Puasa Selamanya
Diharamkan bagi seseorang untuk berpuasa terus setiap hari. Meski dia sanggup untuk mengerjakannya karena memang tubuhnya kuat. Tetapi secara syar‘i puasa seperti itu dilarang oleh Islam. Bagi mereka yang ingin banyak puasa, Rasulullah SAW menyarankan untuk berpuasa seperti puasa Nabi Daud as yaitu sehari puasa dan sehari berbuka.

7. Wanita haidh atau nifas
Wanita yang sedang mengalami haidh atau nifas diharamkan mengerjakan puasa. Karena kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan tidak suci dari hadats besar. Apabila tetap melakukan puasa, maka berdosa hukumnya. Bukan berarti mereka boleh bebas makan dan minum sepuasnya. Tetapi harus menjaga kehormatan bulan Ramadhan dan kewajiban menggantinya di hari lain.

8. Puasa sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya
Seorang isteri bila akan mengerjakan puasa sunnah, maka harus meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya. Bila mendapatkan izin, maka boleh lah dia berpuasa. Sedangkan bila tidak diizinkan tetapi tetap puasa, maka puasanya haram secara syar‘i.
Dalam kondisi itu suami berhak untuk memaksanya berbuka puasa. Kecuali bila telah mengetahui bahwa suaminya dalam kondisi tidak membutuhkannya. Misalnya ketika suami bepergian atau dalam keadaan ihram haji atau umrah atau sedang beri‘tikaf. Sabda Rasulullah SAW Tidak halal bagi wanita untuk berpuasa tanpa izin suaminya sedangkan suaminya ada dihadapannya. Karena hak suami itu wajib ditunaikan dan merupakan fardhu bagi isteri, sedangkan puasa itu hukumnya sunnah. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk mengejar yang sunnah.

Ciri-ciri Awal Kehamilan

1. Payudara kaku dan membengkak
Salah satu tanda awal kehamilan adalah payudara yang sensitif, membengkak dan kadang disertai sedikit rasa sakit. Hal ini disebabkan karena peningkatan level hormon dalam tubuh. Rasa sakit yang ditimbulkan sama seperti saat anda akan mendapatkan periode menstruasi. Namun rasa tidak nyaman ini secara bertahap akan hilang setelah tri semester pertama, karena tubuh telah dapat menyesuaikan dengan perubahan hormon yang terjadi.

2. Letih
Perasaan capek dan letih sepanjang hari. Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, namun kemungkinan rasa ngantuk ini disebabkan karena peningkatan level hormon progesteron.
Pada trisemester kedua, biasanya anda sudah akan merasa lebih enerjik lagi, walaupun biasanya rasa capek ini akan datang lagi pada akhir masa kehamilan, hal ini disebabkan karena anda membawa beban badan yang cukup berat dan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kehamilan sehingga sering kali tidak dapat tidur dengan nyaman di malam hari.

3. Pendarahan
Pada beberapa wanita mengalami pendarahan vagina, terjadi sekitar 11 atau 12 hari setelah pembuahan (dekat dengan waktu anda seharusnya mengalami menstruasi). Pendarahan ini biasanya sangat ringan (tampak seperti bercak merah atau merah muda atau bisa juga seperti noda merah kecoklatan) dan hanya terjadi selama satu atau dua hari saja. (beritahukan pada dokter anda bila terjadi pendarahan atau bercak ini, terutama bila disertai rasa sakit, karena ini bisa menjadi pertanda kehamilan ectopic).

4. Mual dan muntah
Jika anda seperti sebagian besar wanita lainnya, morning sickness tidak akan terjadi sampai sekitar sebulan setelah pembuahan. Namun pada beberapa wanita, mereka merasa mual lebih cepat, dan bahkan tidak hanya pada pagi hari namun juga di siang, sore atau malam hari. Namun ada juga wanita yang beruntung tidak mengalami hal ini.
Sebagian besar wanita yang mengalami rasa mual ini, akan sepenuhnya merasa lega setelah memasuki trisemester kedua. Namun ada juga yang lebih lama, dan ada yang lebih cepat pula.

5. Semakin sensitif terhadap bau-bauan
Pada saat awal kehamilan, tidak jarang kita sering merasa terganggu dengan bau-bauan yang ada di sekitar kita. Terkadang kita merasa mual terkena bau kopi atau masakan tertentu. Tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya, namun kemungkinan hal ini juga disebabkan karena peningkatan hormon estrogen dalam tubuh anda. Terkadang, makanan yang bisanya menjadi favorit kita justru sekarang terasa menyebabkan mual.

6. Perut Kembung
Perubahan hormon pada saat awal kehamilan dapat menyebabkan perut anda terasa kembung, sama seperti saat kita akan mendapatkan menstruasi.

7.  Sering Kencing
Segera setelah anda hamil, anda akan merasa sering ingin ke kamar mandi untuk buang air kecil atau kencing. Hal ini disebabkan karena selama kehamilan jumlah darah dan cairan lainnya dalam tubuh akan meningkat, yang menyebabkan adanya ekstra cairan yang diproses di ginjal dan kemudian berakhir di saluran kemih anda.
Hal ini biasanya terjadi pada enam minggu pertama kehamilan dan akan semakin memburuk pada akhir masa kehamilan, karena janin yang semakin membesar sehingga menekan kantung kemih kita.

8. Terlambat menstruasi
Jika siklus menstruasi anda biasanya teratur dan kali ini tidak datang tepat waktu, maka ini adalah saat untuk melakukan tes kehamilan. Namun jika sikuls anda biasa tidak teratur, maka gejala mual dan payudara yang kaku dapat menjadi acuan untuk melakukan tes.

9.  Temperatur tubuh lebih tinggi dari biasanya
Jika anda terbiasa mencatat temperature tubuh anda, dan anda melihat bahwa dalam 18 hari terakhir ini suhu tubuh anda selalu lebih tinggi dari biasanya, maka kemungkinan besar anda sedang hamil.

10. Hasil test – pack yang positif!
Dan yang terakhir, menggunakan alat tes kehamilan di rumah untuk memastikan. Jika hasil tes telah menunjukkan positif anda hamil, segeralah mengontak dokter kandungan anda!

 
Islamiah© Designed by: Compartidisimo